Memasuki daerah Sanur, tiba tiba Pak Nyoman membelokkan
Sepeda Motornya kea rah Pantai.
“Kita ke Pantai bentar ya” kata Pak Nyoman sambil mengelus
tangan kiriku yang sedari tadi mengelus paha ketat Pak Nyoman.
Aku hanya terdiam saja sambil sesekali menciumi tengkuknya
sebagai jawaban.
Pantai Sanur pada malam hari sangatlah sepi. Tak satupun
orang terlihat disana. Mungkin karena kami berada di ujung pantai yang memang
sepi dari hiruk pikuk suasana restaurant maupun hotel yang memadati bagian
selatan pantai Sanur.
Setelah kami di Pantai, Pak Nyoman langsung mematikan mesin
sepeda motornya dan menarik tangan saya menuju sebuah bangku kecil di bawah
pohon yang mungkin biasa digunakan para pedagang pantai pada siang hari.
Seolah tak mampu menahan bara nafsu yang membara, Pak Nyoman
langsung mendekap tubuhku erat dan melumat bibirku. Lidah kami saling
bergulungan, berhisapan satu sama lain untuk berbagi rasa yang menggebu.
Sementara tangan tangan kami bergerilya menjelajahi setiap jengkal dari tubuh
kami. Akupun menggoyang goyangkan pantatku untuk membuat gesekan dengan kontol
Pak Nyoman yang sudah mengeras didalam Celana Ketatnya sambil sesekali kedua
tanganku meremas bongkahan pantat pak Nyoman yang gempal.

