Tampilkan postingan dengan label Polisi Ganteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi Ganteng. Tampilkan semua postingan

11 Okt 2012

Padang Bae-Denpasar| 2 Jam Bersama Polisi Ganteng 3

21.58


Memasuki daerah Sanur, tiba tiba Pak Nyoman membelokkan Sepeda Motornya kea rah Pantai. 
“Kita ke Pantai bentar ya” kata Pak Nyoman sambil mengelus tangan kiriku yang sedari tadi mengelus paha ketat Pak Nyoman.
Aku hanya terdiam saja sambil sesekali menciumi tengkuknya sebagai jawaban.
Pantai Sanur pada malam hari sangatlah sepi. Tak satupun orang terlihat disana. Mungkin karena kami berada di ujung pantai yang memang sepi dari hiruk pikuk suasana restaurant maupun hotel yang memadati bagian selatan pantai Sanur.
Setelah kami di Pantai, Pak Nyoman langsung mematikan mesin sepeda motornya dan menarik tangan saya menuju sebuah bangku kecil di bawah pohon yang mungkin biasa digunakan para pedagang pantai pada siang hari.
Seolah tak mampu menahan bara nafsu yang membara, Pak Nyoman langsung mendekap tubuhku erat dan melumat bibirku. Lidah kami saling bergulungan, berhisapan satu sama lain untuk berbagi rasa yang menggebu. Sementara tangan tangan kami bergerilya menjelajahi setiap jengkal dari tubuh kami. Akupun menggoyang goyangkan pantatku untuk membuat gesekan dengan kontol Pak Nyoman yang sudah mengeras didalam Celana Ketatnya sambil sesekali kedua tanganku meremas bongkahan pantat pak Nyoman yang gempal.

Padang Bae-Denpasar| 2 Jam Bersama Polisi Ganteng 2

19.39


Aku benar benar bingung memikirkan cara untuk bisa sampai di Denpasar karena esok harinya aku harus kembali bekerja.
“Mas benar benar ga punya uang untuk bayar Taxi?” kembali Polisi itu yang di name tag nya tertulis nama Nyoman bertanya padaku. AKu hanya mengangguk pelan.
Tiba tiba dia menghampiriku lalu meraba pundakku. “tenang mas, nanti saya yang antar ke Denpasar” .
Seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia katakana. Aku memandangnya dengan senyum bahagia. “Benar pak Nyoman mau antar saya ke Denpasar” tanyaku memastikan. Diapun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Aku yang tak tau harus berkata apa, langsung bangkit dari dudukku dan memeluk Pak Nyoman dengan sangat erat sambil mengucapkan terima kasih.
Cukup lama aku memeluknya, lalu dia melepaskan pelukanku “ maaf mas, ga enak nanti di lihat orang” katanya berbisik padaku.
Akupun hanya tersipu malu. “Maaf Pak, saya terlalu gembira” kataku sambil kembali duduk di bangku panjang.
“Ga apa apa Mas, tapi mas harus nunggu sejam lagi karena shift saya baru selesai satu jam lagi” jawabnya.
“Oh tidak apa apa, Pak” kataku.
Entah kenapa aku menjadi penuh selidik dengan Pak Nyoman, Aku memperhatikan setiap jengkal dari tubuh kekarnya yang terbalut seragam Polisi ketat. Dia terlihat sangat gagah.
Satu jam terasa begitu singkat karena aku sangat menikmati setiap interaksi dengan Polisi Ganteng yang baik hati yang tengah duduk didepanku.
Sebuah motor berhenti di depan Pos Polisi tempat Pak Nyoman bertugas. Pak Nyoman lalu beranjak dari tempat duduknya dan langsung menyapa orang yang baru datang tersebut yang juga seorang Polisi. “Malam Pak Putu” kata Pak Nyoman menyapa dengan ramah.
“Malam Pak Nyoman, maaf ya saya terlambat” kata bapak tersebut sambil meletakkan helm-nya diatas meja.