Pelajaran pertama hari itu adalah Matematika oleh Pak Raka. Aku sebenarnya sangat menyukai pelajaran Matematika. Tetapi hari itu Aku merasa sangatlah bodoh. Sebuah soal sederhana mengenai statistik tak mampu ku jawab dengan benar. Pak Raka sendiri terlihat bingung dengan ketidakmampuanku menjawab soal darinya. Karena biasanya aku selalu bisa mengerjakan soal soal yang dia berikan.
Tidak hanya Pelajaran Matematika, hampir semua mata pelajaran pada hari itu tak ada yang menarik bagiku.
Begitu pulang sekolah, aku langsung merebahkan badan diatas dipan sambil terus memikirkan semua kesalahan yang sudah aku perbuat sehingga Amel di paksa pindah sekolah oleh ayahnya.
Tak sanggup berpikir terlalu kuat, akupun terlelap.
Jam 3 sore, aku terbangun karena merasa perutku keroncongan. Aku baru sadar kalau aku belum makan siang. Untungnya sahabatku Ronny ternyata sudah menyiapkan jatah makan siangku di samping dipan.
“Makasih, Ron sudah bawain makan siangku” kataku mengucapkan Terima Kasih sama Ronny yang masih duduk di samping dipanku.


