Tampilkan postingan dengan label Hitam Putih Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hitam Putih Kehidupan. Tampilkan semua postingan

9 Feb 2012

Hitam Putih Kehidupan 7| Kembali Keasrama-END

20.52

Satu persatu kuperhatikan kamar mandi yang kosong. Siang siang seperti itu memang sangat jarang orang memakai kamar mandi karena memang waktu itu jam tidur siang.

Setelah melangkah kekamar mandi nomor lima, aku melihat sosok tubuh cukup jangkung dengan badan kekar menghadap ke bak mandi sambil tangannya persis berada di selangkangannya. “Ronnie ternyata lagi Masturbasi” pikirku. Aku sempat tertegun melihat bongkahan pantat kokoh dan montok didepanku. Namun aku terus melangkah menuju WC yang persis di sebelah kamar mandi No.5.

Dari dalam WC aku bisa membayangkan apa yang sedang di lakukan oleh Ronni. Aku bahkan bisa mendengar dengan jelas desahan desahan lirih yang sesekali keluar dari mulutnya.

Tak terasa tanganku sendiri sudah tak kuasa lagi menahan diri untuk mengelus batang kemaluanku yang sudah sangat hangat dan mengeras. Perlahan aku mengocoknya seirama dengan desahan yang kudengar dari seberang tembok. Tapi tiba tiba suara desahan itu terhenti.

1 Feb 2012

Hitam Putih Kehidupan 7| Kembali Ke Asrama 3

22.04
Memasuki minggu kedua aku berada diasrama. Pihak sekolah menetapkan bahwa kelas kami harus dipisahkan dengan siswa putri. Jadi semua siswi putri berbagi ruangan dengan siswa SMA putri sedangkan Siswa SMA putra berbagi ruangan dengan kami.
Bangunan gedung sekolah SMA dan SMP di tempatku memang saling terhubung satu dengan yang lainnya dengan bangunan berbentuk L tapi tidak berhadapan. Akses lorong yang menuju ke ruangan Guru SMA kini telah di pagari dengan pintu gerbang. Jadi Siswa putra dan Siswa Putri baik SMA maupun SMP sudah tidak lagi bisa saling bertemu.
Hal itu sudah tidak lagi menjadi masalah bagi aku dan Ronny karena kami berdua sudah tidak memiliki pacar lagi di sekolah.
Pemindahan lokasi siswa putra dan putrid sedikit membuat perubahan sikap bagi para siswa terutama siswa SMA. Mengingat sudah tidak ada lagi siswa putri di areal kami, mereka bisa leluasa membuka baju ketika sedang berolah raga basket, Volly, maupun Sepak Bola di halaman sekolah.
Sangatlah wajar karena tidak ada lagi yang perlu membuat kami merasa canggung.

Hitam Putih Kehidupan 7| Kembali Ke Asrama 2

21.53
Pelajaran pertama hari itu adalah Matematika oleh Pak Raka. Aku sebenarnya sangat menyukai pelajaran Matematika. Tetapi hari itu Aku merasa sangatlah bodoh. Sebuah soal sederhana mengenai statistik tak mampu ku jawab dengan benar. Pak Raka sendiri terlihat bingung dengan ketidakmampuanku menjawab soal darinya. Karena biasanya aku selalu bisa mengerjakan soal soal yang dia berikan.
Tidak hanya Pelajaran Matematika, hampir semua mata pelajaran pada hari itu tak ada yang menarik bagiku.
Begitu pulang sekolah, aku langsung merebahkan badan diatas dipan sambil terus memikirkan semua kesalahan yang sudah aku perbuat sehingga Amel di paksa pindah sekolah oleh ayahnya.
Tak sanggup berpikir terlalu kuat, akupun terlelap.
Jam 3 sore, aku terbangun karena merasa perutku keroncongan. Aku baru sadar kalau aku belum makan siang. Untungnya  sahabatku Ronny ternyata sudah menyiapkan jatah makan siangku di samping dipan.
“Makasih, Ron sudah bawain makan siangku” kataku mengucapkan Terima Kasih sama Ronny yang masih duduk di samping dipanku.

Hitam Putih Kehidupan 7| Kembali Ke Asrama

21.37
Pagi yang cerah, aku bersama ayahku bersiap siap untuk berangkat menuju Asrama. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah dua minggu aku kabur meninggalkan Asrama.
Setelah berpamitan dengan ibu, kusiapkan tas ransel berisi pakaian di pundakku. Di halaman rumah telah berdiri sahabatku Danar lengkap dengan seragam sekolahnya.
“Pagi, nar. Kamu koq belum berangkat sekolah” sapaku sambil meletakkan tas ranselku di Skuter ayahku.
“ini juga sudah mau berangkat koq. Cuma mau pamitan sama kamu dulu” katanya sambil langsung menjabat tanganku dan menepuk pundakku.
Ada rasa sedih yang menghampiri sanubariku kala Danar mengucapkan kata selamat jalan padaku. Entah kapan aku akan bisa bertemu dengan sahabatku itu lagi. Peraturan Asrama hanya membolehkan aku untuk pulang setiap akhir Ujian Semester. Waktu enam bulan pastinya akan terasa cukup lama.
Sepanjang perjalanan, aku lebih banyak diam. Bahkan beberapa kali pertanyaan ayahku tak ku gubris. Aku sibuk dengan lamunanku mengenai sambutan teman temanku diasrama begitu melihat aku kembali.

24 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 6| Bemalam Di Rumah Agung (END)

03.31

Sambil bergilir menikmati kontol besar Pak Jaka, aku yang sedari awal sudah sangat bernafsu untuk merasakan pantat Pak Jaka memberanikan diri mengangkat Pahanya agak tinggi agar lubang pantatnya lebih terbuka.

Pak Jaka sepertinya tak menolak. Lalu dengan sangat lembut aku mulai meraba raba Lobang itu dengan jari jari tanganku. Kembali Pak Jaka tak menolak. Nafsuku sudah benar benar tak terbendung, dengan perlahan kutusukkan jari tengahku ke lobang itu dan Pak Jaka sempat menjerit, tapi jariku sudah setengah berada didalam lobang sempit yang sangat hangat itu. Untuk mengimbangi rasa sakit yang dialami Pak Jaka aku menjilati buah pelernya dan mengulumnya sambil jari tengahku terus bergerilya menembus pertahanan Pak 
Polisi super ganteng itu dan Bleesss, jari tengahku terbenam sepenuhnya.

Agung yang melihat aksiku menjulurkan lidahnya padaku dan akupun melumatnya dengan penuh nafsu dan bergilir menghisap buah terong milik Pak Jaka.

Perlahan jariku aku keluarkan dari lobang Pak Jaka tapi tiba tiba tangannya menangkap pergelangan tanganku dan mendoronong jariku masuk lebih kedalam lagi. Akupun semakin berani menggelitik lobang hangat itu dan menyodoknya keluar masuk.

Sepertinya Pak Jaka melakukan hal yang sama dengan Lobang Agung. Dia juga sibuk menyodok nyodokkan jarinya di lobang pantat agung yang sudah cukup longgar karena beberapa kali di entot.

Lobang pantat pak Jaka sendiri sudah mulai terasa longgar, akupun mencoba dua jari. Sama seperti yang pertama sedikit agak susah. Namun perlahan dua jari itu pun tembus ke lobang Pak Jaka. Kali ini Pak Jaka menggoyang goyangkan pantatnya menikmati permainan jariku di dalam lobang pantatnya.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 6| Bermalam Di Rumah Agung 3

03.19

Pak Jaka sebenarnya sudah menikah dengan satu orang anak. Tetapi istrinya tinggal di rumah orang tuanya karena baru saja habis melahirkan.Tentunya sudah cukup lama Pak Jaka tak berhubungan seks.

Begitu Film dimulai Pak Jaka yang tadinya berada di sampingku bergeser maju agak kedepan. Sedangkan aku dan Agung memilih bersandar di ujung ranjang.

Film yang kami tonton adalah Film Thailand yang menampilkan adegan seorang cewek di kerjai oleh dua orang cowok ganteng bertubuh besar dan kekar.

Ketika memasuki adegan si cewek menghisap kontol salah satu cowok lawan mainnya sambil memeknya di cucup oleh cowok yang satunya lagi, tiba tiba Pak Jaka terlihat melonggarkan ikat pinggang celananya.

“ooughhh Gung, itu pasti enak sekali rasanya” kata pak jaka sambil mengelus elus kontol yang sudah mengeras di balik celananya.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 6| Bermalam Di Rumah Agung 2

03.12

Rumah kediaman Agung adalah yang paling besar diantara rumah lainnya. Mungkin karena ayahnya Agung seorang Kapolsek jadi dia mendapatkan rumah yang lebih besar dari yang lainnya.

Sekeliling Komplek terlihat Sepi sekali bahkan rumahnya Agung sendiri sangat gelap. Tidak ada lampu yang menyala sama sekali padahal rumah yang lain rata rata terang benderang.

“Eeh Gung, kamu habis darimana?” tiba tiba seorang Polisi muda berwajah sangat tampan dengan pakaian seragam lengkap datang menghampiri kami.

“Bang jaka, ga ada bang. Tadi habis main bola terus langsung keluar cari makan” jawab Agung seadanya.

“Gini gung, tadi bapak sama ibu kamu nitip kunci rumah sama saya. Katanya mereka mau menginap di rumah nenek kamu biar besok pagi pagi bisa langsung ikut Upacara tebar abu” kata pak polisi yang bernama Jaka tersebut.

“Oh ya bang, terima kasih” jawab Agung

“Memangnya kamu ga ikut upacara sama mereka?” kembali Tanya pak jaka sambil merogoh sesuatu di kantong celananya.

“Saya ga bisa bang soalnya besok saya ada semester” jawab agung sambil meraih kunci yang disodorkan oleh pak Jaka.

“O ya bang, ini kenalin teman saya Patra” kata agung memperkenalkan saya ke Pak Jaka.

Tangan Pak Jaka terasa sangat kasar dank eras. Mungkin karena terlalu banyak latihan fisik.

23 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 6| BERMALAM DI RUMAH AGUNG 1

01.30

Indonesian Sexy Hunk| Gion Daniel, Finalis Cover boy Aneka Yes 2005
Setelah cukup lama berputar putar mengendarai motor bersama Aging, Danar dan Bli Nyoman akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di sebuah warung lalapan. Selain tempatnya yang agak sepi dan berada di pojok lokasi pasar malam, menu lalapan disana juga cukup beragam.

Aku dan Agung kompak memesan Bebek Bakar sedangkan Bli Nyoman dan Danar memilih menu Ayam Panggang.

Malam yang cukup Indah, suasana pasar malam yang cukup ramai juga membuat suasana malam terasa semakin menyenangkan.

Sambil menyantap makanan yang kami pesan, sesekali kami juga bercanda gurau memperhatikan orang orang yang hilir mudik di hadapan warung tempat kami menikmati makan malam.

Setelah perut terasa kenyang, kamipun memutuskan untuk pulang. Sebelum sempat naik ke Motor Agung, aku meminta Danar untuk memberitahukan kepada orang tuaku kalau Aku akan menginap di rumah Agung.

Aku yakin orang tuaku tidak akan marah karena mereka juga cukup kenal dengan orang tuanya Agung yang bertugas sebagai Kapolsek yang kantornya persis di sebelah rumahku.

Angin malam terasa sangat menusuk ke tubuh kami yang mengendarai motor dengan hanya mengenakan kostum bola. Yang lebih kasihan pastinya Agung karena dia yang mengemudi. Dia pasti sangat kedinginan.

“Pat, peluk aku dong!” Pinta Agung sambil meraih tangan kiriku dan melingkarkannya di pinggangnya

Akupun memeluk Agung dengan sangat erat sekali. Tubuh kekar Agung mampu memberikan aku sedikit kehangatan dari dinginnya terpaan angin malam.

Tak puas dengan hanya memeluk Agung akupun memasukkan kedua tanganku ke dalam kaos Agung dan meraba raba perut bagian bawahnya yang di tumbuhi bulu bulu halus yang tersambung ke bagian pubic hairnya.

Aku semakin merasa hangat. Melihat aku melakukan hal itu Agung memperlambat laju motornya dan dia malah membimbing tanganku menerobos celananya dan mengusap bulu bulu jembutnya yang lebat.

20 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar Bagian 5

04.15
Pemandian Pandanan End


Sementara Danar yang belum keluar mendekati aku dan Bli Nyoman. Dia menarik kontol Bli Nyoman dan melumatnya.

Bli Nyoman yang tadinya asyik menghisap kontolku sesekali terpaksa melepaskan kontolku dari mulutnya karena mendesah menahan nikmat.

Khalik yang melihat kami masih bergumul mengejar puncak mendekatiku. Dia langsung mencucup putting susuku lalu menjilat leherku dan melumat bibirku.

Sungguh itu adalah ciuman terindah yang pernah aku rasakan. Khalik sangat pandai memainkan lidahnya di mulutku.

Aku yang masih di rasuki nafsu membara tak kuasa menahan diri menggenggam kontol besar Khalik yang sudah lemas. Khalik tak menolak dia membiarkan aku melakukan aksiku.

“kamu mau keluarin di pantatku?” tiba tiba Khalik berbisik kepadaku

Aku tidak menjawab tetapi langsung berdiri dan mengambil posisi menunggangi pangeran tampan ini. Bulu bulu halus yang lebat di sekitar pantat Khalik memberikan sensasi luar biasa kepadaku.

Tak butuh waktu lama, akupun “ouuuuughh, ouughhhh” pejuhku mengalir deras mengisi perut Khalik.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar Bagian 5

04.04
Pemandian Pandanan Part 3


Aku, Danar dan Bli Nyoman bergiliran membasahi badan kami di bawah pancuran di sebelah Bli Agung.
Bli Agung yang berongkok di bawah pancuran sambil membasahi kepalanya tidak menyadari kalau Khalik berada di belakangnya dan memeluknya sambil langsung meremas dada Bli Agung.

“Sialan, lho” umpat Bli Agung tetapi sambil tertawa kegelian
Tetapi Khalik tidak berhenti sampai disitu, tiba tiba dia menggosokkan ujung kontolnya di punggung Bli Agung sambil tersenyum kea rah kami.

Bli Agung langsung bangkit dan berlari kea rah aku dan Bli Nyoman. Dia berdiri persis di belakangku. 

Khalikpun menghampirinya, tetapi Bli Agung justru menjadikan aku sebagai tameng. Dia memelukku erat sekali sambil memutar balikkan badanku untuk menghindari Khalik.

Kontol Bli Agung menempel di belahan pantatku. Benda kenyal itu perlahan mengeras dan terasa menusuk di pantatku.

Aku horny sekali. Tak bisa meraih Bli Agung, Khalik berpindah ke Danar yang sedang asyik sabunan. Khalik tiba tiba menggesek gesekkan kontolnya di pantat Danar. Danar menoleh sebentar sambil tersenyum.

“mau Lho?” Tanya danar bercanda

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar Bagian 5

03.55
Pemandian Pandanan Part 2


“Hey Gung, mau mandi?” Tanya orang itu ke Bli Agung.

“ooh Ya lik, ini baru habis main bola. Jadi kami kesini buat mandi” jawab Bli Agung.

Bli Agung kemudian memperkenalkan Aku, Danar dan Bli Nyoman kepada lelaki tersebut yang bernama Khalik. Dia teman kuliahnya Bli Agung.

Khalik berperawakan sangat tinggi sekali. Mungkin tingginya sekitar 180cm dengan badan tegap dan kokoh. Wajahnya sangat gagah sekali. Kulitnya hitam manis dengan mata agak lebar dan rambut kriting yang di pangkas pendek sekali.

Dia terlihat seperti Almarhum Adjie Massaid dengan senyum yang juga sangat menawan. Kebetulan Khalik memang asli dari Pandanan.

“kamu, mau mandi juga?” Tanya Bli Agung ke Khalik yang memang sudah melucuti pakaiannya.

“Iya nih, gung. Tadi aku habis main Bulutangkis. Gerah sekali” jawab Khalik sambil menaruh pakaiannya di atas jemuran yang terbuat dari pohon bamboo.

Melihat kami semua yang masih mengenakan Celana dalam, Khalik juga urung membuka Celana dalamnya. Mungkin dia malu karena kami belum membuka Celana dalam kami.

Di Balik bungkusan celana dalam Merk Rider berwarna hitam, tercetak jelas bongkahan pantat Khalik yang sangat sempurna. Di depannya terbungkus sesuatu yang terlihat cukup besar dan terlihat agak mengeras.

“Ya, teman teman waktunya kita saksikan Kontol arab” tiba tiba Bli Agung membuka pembicaraan sambil menunjuk kearah Khalik untuk mencairkan suasana.
 Kamipun semua tertawa termasuk Khalik.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar Bagian 5

02.07
Pemandian Pandanan

Hari semakin sore, kami yang sudah bermandikan peluh mulai bersiap siap untuk pulang.

Ketika baru saja Danar men-starter motornya tiba tiba Bli Nyoman dan Bli Agung datang mendekati kami.

“Nar, kamu mau langsung pulang?” Tanya Bli Agung ke Danar

“Ya Bli, emangnya ada apa?” Tanya danar balik

“ Ikut kita yuk ke Pandanan” ajak Agung dan Bli Nyoman

“Gimana pat, mau ikut ga?” danar malah bertanya padaku

“Boleh” Jawabku singkat.

Pandanan adalah nama sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari kampung kami. Disana terdapat sumber mata air yang konon kata orang bisa membuat awet muda. Makanya oleh masyarakat setempat di jadikan sebagai tempat pemandian umum yang selalu ramai.

Untungnya hari ini agak sore, biasanya tempat itu tidaklah terlalu ramai. Kami berempatpun berangkat. Aku di boncengi oleh Danar sedangkan Bli Nyoman membonceng Bli Agung.

Sepanjang perjalanan ke Pandanan aku lebih banyak diam. Aku masih memikirkan kejadian di lapangan bola tadi. Benda kenyal di balik celana Bli Agung yang berdenyut ketika menyentuh pantatku.

Tanpa sadar tiba tiba aku memeluk pinggang Danar dengan kencang. Bli Agung yang melihatku dari atas motor hanya terdiam. Tetapi tatapan matanya sungguh terlihat sangat berbeda dari biasanya.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar Bagian 4

00.40

Pertandingan Sepak Bola Antar Banjar

Hari ini merupakan hari terakhirku berada di rumah setelah lebih dari dua minggu aku meninggalkan asrama. Berdasarkan hasil pembicaraan orang tuaku dengan pihak asrama aku di izinkan untuk kembali bersekolah dan tinggal di asrama.

Ada rasa gembira menyeruak dalam hati. Karena aku akan kembali bisa menikmati hari hari bersama teman teman sekolahku. Tetapi disisi lain aku juga merasa agak sedikit berat harus meninggalkan teman temanku di kampung, terutama Danar yang setiap hari menemani aku selama aku berada di rumah.

Dengan kembali keasrama otomatis aku akan sangat jarang bertemu dengan Danar. Peraturan asrama hanya mengizinkan kami pulang kampung setiap liburan semester saja yaitu sekali dalam enam bulan.

Tekadku sudah mantap, aku harus kembali kesekolah. Apalagi sebentar lagi aku akan segera naik ke kelas III.

Aku ingin menggapai cita citaku. Aku ingin menjadi seorang Dokter.

18 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar (Bagian 2)

03.50

Suasana latihan karate di sekolahnya Danar sebenarnya cukup seru. Danar berlatih bersama 20 Siswa putra lainnya. Mereka di latih oleh Pak Adjie, seorang Mantan Karateka yang beberapa kali menjuarai PORDA.
Untungnya para siswi putri yang suka meledekku tadi sudah pergi karena jam latihan mereka telah selesai.

Kini aku duduk di bangku panjang memperhatikan setiap gerakan demi gerakan karate yang di ajarkan oleh Pak Adjie kepada siswa siswanya.

Pak Adjie terlihat sangat telaten mengajarkan para siswanya. Tak segan dia sesekali membenarkan posisi tangan, kaki bahkan pinggul para siswa yang gerakannya salah.

DI antara ke 20 siswa tersebut, ada satu orang yang gerakannya selalu salah. Namanya Fathur. Dia salah seorang yang cukup dekat dengan Danar di Sekolah.

Kesalahan demi kesalahan gerakan yang di buat Fathur  jelas sangat mengganggu teman temannya yang lain. Karena sang Pelatih Pak Adjie harus bolak balik membenarkan gerakan tersebut.

Bli Nyoman yang ada persis di belakang Fathur kadang terlihat dongkol, dia sesekali menedang pantat Fathur karena terus saja salah.

Satu jam telah berlalu, latihan pun selesai.

Jam sudah menunjukkan pukul 5.30 sore. Aku masih duduk di bangku panjang menunggu Danar yang tadi sempat di ajak ngobrol sama Pak Adjie di ruangan guru.

Di lapangan yang sudah mulai sepi, terlihat Bli Nyoman sedang berlari mengejar Fathur. Saya tidak tau ada apa. Tapi sepertinya Bli Nyoman masih kesal sama Fathur yang kerap membuat kesalahan ketika berlatih tadi.

Setelah bosan berlarian mereka berdua menghampiriku.

“Patra, pulang yuk!” Ajak Bli Nyoman

“Ntar dulu Bli, masih nunggu Danar” Jawabku sambil memperhatikan keringat yang mengalir cukup deras di badan Bli Nyoman.

“Emang si Danar, kemana?” Tanya Fathur yang berdiri di sebelah Bli Nyoman

“Dia tadi di panggil sama Pak Adjie ke ruang guru” Jawabku.

“oohhh” jawab mereka sambil duduk di sampingku

“Kalian berdua koq sampe mandi keringat gitu sih?” tanyaku berbasa basi

“Iya nih, gara gara si Sontoloyo satu ini” jawab Bli Nyoman sambil menyentil kepala Fathur

“Yaah, jangan salahin saya dong. Kan kamu sendiri yang ngejer ngejer saya dari tadi” jawab Fathur membela diri


HITAM PUTIH KEHIDUPAN 5| Hari Hari Terakhir Bersama Danar (Bagian 1)

02.24

Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa sudah dua minggu aku tidak masuk sekolah. Hari hariku selama berada di rumah aku habiskan dengan makan dan tidur saja. Pastinya itu bukanlah kegiatan yang menyenangkan.

Sahabatku Danar sesekali mengajakku keluar jalan jalan naik motor kesayangannya, entah hanya sekedar keliling kampung atau berkunjung ke rumah teman temannya.

Sayangnya Danar juga tidak bisa setiap hari menemaniku karena dia cukup sibuk dengan kegiatan sekolahnya.

Status Danar yang ketua Osis di SMA-nya membuat dia mau tidak mau harus memantau semua kegiatan Ekstrakurikuler di sekolahnya. Kegiatan kegiatan tersebut biasanya dilakukan pada sore hari.


11 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 4| Hari Hari Di Luar Asrama Bagian 5

04.37

Mendengar aku mengerang, Danar tiba tiba melepaskan kontolnya dari mulutku. Dia bergeser mundur lalu melumat bibirku. Danar sangat pandai memainkan lidahnya.

Tak puas dengan mencium bibirku, Danarpun mencium mataku, keningku, telingaku dan terus turun ke leher dan dadaku. 

“oouughhh” aku merasakan kenikmatan yang tiada tara. Danar menggigit putting susuku dengan penuh perasaan.

Posisi Danar yang nungging sambil mencumbuku membuat pantatnya persis berada di depan muka Mas Yama yang lagi asyik mengentoti kontolku.

Mas Yama terlihat membenamkan mukanya di pantat Danar. Dia menjilati lubang pantat danar yang berbulu itu. “ooouuuughhh” danar mengerang keenakan. Bahkan sesekali dia menggigit bibir bawahnya menahan rasa nikmat yang luar biasa.

Tetapi Mas Yama ternyata tidak hanya menjilati pantat Danar, tetapi dia juga mencoba menjebol pantat Danar dengan jarinya. Kali ini Danar terlihat merintih.

Mengerti akan rasa sakit yang mungkin di rasakan Danar, aku meraih kontolnya dan mengocoknya dengan lembut agar Danar tidak terlalu memikirkan rasa sakit itu.

Usahaku ternyata berhasil. Jari tengah Mas Yama sudah berada di dalam Anus danar. Dengan sangat lembut Mas Yama menyodokkan jari tengahnya kedalam anus danar. Danar sepertinya sudah tidak merasakan sakit lagi. Dia bahkan terlihat menggoyang goyangkan pantatnya maju mundur.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 4| Hari Hari Di Luar Asrama Bagian 4

04.19

“Sekarang perkenalkan dulu nama saya Yama. Panggil saja Mas Yama. Jangan panggil Om karena saya belum menikah dan umur saya masih 30 tahun”. Katanya memperkenalkan diri.

“Kamu, nama kamu siapa?” tanyanya padaku sambil menatapku tajam.

“Patra, Om” jawabku sambil menunduk

“Kalau Kamu?” tanyanya kepada Danar

“Danar, Mas” jawab Danar lirih.

“Ok, saya punya penawaran sama kalian berdua. 

Saya tidak akan membawa kalian ke Polisi atau Ke Kelurahan dengan catatan kalian harus membuat Saya puas karena tadi kalian sudah merusak mood saya ketika main sama cewek tadi” kata si Mas Yama dengan nada penuh kemenangan.


HITAM PUTIH KEHIDUPAN 4| Hari Hari Di Luar Asrama Bagian 2

02.29

Hampir 15 menit sudah aku dan Danar mengintai pria yang sedang bercinta di balik semak belukar tersebut. Tetapi lawan mainnya tak kunjung keliahatan batang hidungnya. Padahal aku dan Danar sudah benar benar horny. Danar yang sedari awal sudah sibuk memainkan tangannya di balik celana kolornya. Sesekali aku mencuri pandang kearah celana Danar yang sedikit terbuka karena Danar sedang meremas remas kontolnya. Sekilas aku bisa melihat pangkal kontolnya Danar yang cukup besar di antara jembutnya yang lebat. Aku sendiri hanya meremas remas kontolku dari luar celana saja.

Danar terlihat sangat horny. Nafasnya sudah mulai tak beraturan dan sesekali matanya terpejam menahan hasratnya yang membara. Melihat Danar yang sudah terbakar nafsu, akupun mulai melonggarkan celanaku dan mulai meremas remas kontolku yang mulai tegang.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 4| Hari Hari Di Luar Asrama Bagian 1

02.02

Seminggu sudah aku tidak masuk sekolah. Selama itu pula aku lebih banyak mengunci diri dikamar. Aku tahu orang tuaku sangat marah dengan keputusanku meninggalkan asrama tetapi aku tidak peduli.
Aku masih belum bisa menerima perlakuan kasar Pak Jaka terhadapku dan juga Amel. Orang tuaku sudah mengetahui masalahku tersebut dari pihak yayasan yang langsung melaporkan perihal pelarianku dari asrama sekaligus kronologinya kepada ibu dan ayahku.

Seminggu berada di kamar sangatlah membosankan. Akhirnya ku telephone temanku Danar memintanya untuk menemaniku jalan.
Untungnya Danar mau. Kebetulan dia lagi tidak ada acara dan kebetulan hari itu hari Minggu. Aku dan Danar memutuskan untuk pergi ke sebuah air terjun yang cukup terkenal.

Danar adalah seorang Joki (Motor Racer) yang cukup disegani di kampungku. Hanya dalam waktu 20 menit kami sudah sampai di lokasi Air Terjun yang biasanya aku tempuh dalam waktu hampir satu jam dari rumah.

Suasana Air terjun sangat ramai hari itu. Mungkin karena hari minggu. Kebiasaanku dengan Danar kalau ke Air terjun adalah Mandi Pijat. Ya, duduk bersemedi di bawah air terjun dan membiarkan air yang jatuh dari ketinggian hampir 10 meter menerpa tubuh kami.

Sembari menikmati pijatan alami dari air terjun, kami juga asyik cuci mata. Di sekeliling kami banyak sekali cewek cewek yang memamerkan keindahan tubuh mereka dalam balutan kaos tipis yang basah.

Saya menoleh kearah Danar, sepertinya dia terlalu menikmati pemandangan sekitar sampai sampai dia tidak sadar kalau tangannya sudah mulai merayap kedalam celana kolornya.

10 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 3| Keluar Dari Asrama

14.03

Beberapa minggu telah berlalu sejak kejadian itu dengan Kak Fandi. Aku masih terus berusaha menjaga jarak dengannya. Aku memang tidak bisa mengindar untuk bertemu dengannya karena kami tinggal di satu asrama dan lokasi gedung sekolah yang SMP-ku dengan gedung sekolah SMA Kak Fandi masih di satu komplek bangunan tetapi aku tetap berupaya untuk tidak berada dekat dengannya, tidak berkomunikasi atau hanya sekedar berpapasan.

Kejadian itu seolah memberikan efek traumatic yang sangat besar terhadapku. Aku yang dulunya sangat aktif di sekolah maupun asrama berubah menjadi anak yang pendiam dan agak malas dengan segala bentuk kegiatan Sekolah maupun Aktifitas rutin di asrama yang dulunya sangat aku sukai. Namun aku tetap berusaha menutupi semua masalah itu dari teman temanku dan pacarku.

Melihat sikapku yang berubah drastic seperti itu, teman temanku banyak yang bingung dan mengira aku sedang ada masalah keluarga. Begitu pula dengan pacarku Amel.