Satu persatu kuperhatikan kamar mandi yang kosong. Siang siang seperti itu memang sangat jarang orang memakai kamar mandi karena memang waktu itu jam tidur siang.
Setelah melangkah kekamar mandi nomor lima, aku melihat sosok tubuh cukup jangkung dengan badan kekar menghadap ke bak mandi sambil tangannya persis berada di selangkangannya. “Ronnie ternyata lagi Masturbasi” pikirku. Aku sempat tertegun melihat bongkahan pantat kokoh dan montok didepanku. Namun aku terus melangkah menuju WC yang persis di sebelah kamar mandi No.5.
Dari dalam WC aku bisa membayangkan apa yang sedang di lakukan oleh Ronni. Aku bahkan bisa mendengar dengan jelas desahan desahan lirih yang sesekali keluar dari mulutnya.
Tak terasa tanganku sendiri sudah tak kuasa lagi menahan diri untuk mengelus batang kemaluanku yang sudah sangat hangat dan mengeras. Perlahan aku mengocoknya seirama dengan desahan yang kudengar dari seberang tembok. Tapi tiba tiba suara desahan itu terhenti.




















