Tampilkan postingan dengan label Gay Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gay Indonesia. Tampilkan semua postingan

3 Nov 2012

After The Sunset| Make Love on The Beach 2-END

07.01


 After The Sunset 2 -END
Tanpa menunggu persetujuanku Rizal langsung membuka pakaiannya. Untuk pertama kalinya aku melihat badan kekar Rizal secara langsung tanpa terbungkus seragam satpam atau pakaian lainnya. Badannya ternyata jauh lebih bagus dari yang pernah aku bayangkan.

Melihat Rizal membuka Pakaian, Wayan juga langsung melucuti pakaiannya. Meskipun tidak sekekar badan Rizal, tetapi badan Wayan juga sangat bagus. Perutnya rata walau tidak six pack. Dan wow..ternyata Wayan langsung telanjang bulat. Aku tidak bisa mengalihkan perhatianku dari buah terong yang menggelantung di selangkangannya dan dua biji pelir yang juga sangat besar.
“Ayo mandi!” katanya sambil menarik tanganku

Aku tidak bisa menolak ajakan mereka. Akupun membuka pakaianku, tetapi tidak dengan celana dalamku. Karena aku takut kalau sampai mereka melihat kontolku yang sudah setengah ngaceng. Lagipula Rizal juga tidak membuka celana dalamnya.

After The Sunset| Make Love on The Beach 1

06.50


After The Sunset Part 1:

Menikmati Sunset di sore hari hampir sudah menjadi tradisi wajib bagi orang orang yang tinggal di daerah wisata pantai. Seperti Bali, misalnya. Setiap sore hampir ribuan orang memadati setiap pantai di bagian selatan bali hanya untuk melihat sunset sambil menikmati suasana keramaian pantai. Aku salah satu dari ribuan orang penikmat sunset tersebut.

Sore itu aku tidak sendiri karena ditemani oleh beberapa orang teman kerjaku. Salah satu dari mereka adalah seorang Satpam di Kantorku namanya Rizal. Dia berasal dari Manado tetapi menetap di Bali bersama kedua orang tuanya yang membuka warung makan khas Manado di sebuah pasar malam (pasar senggol) di daerah Denpasar. Rizal memiliki wajah yang sangat tampan kalau di bandingkan dengan satpam satpam lainnya di kantor. Sekilas dia mirip dengan bintang sinetron Dimas Andrean. Badannya juga sangat kekar.

Selain Rizal, ada juga Wayan dan beberapa teman cewek yang turut memenuhi bangku panjang di warung tipat lontong Mbok tu di Pantai XX Sore itu. Wayan adalah seorang Penyewa Surf Board. Dia kebetulan tetangga kost-nya Rizal makanya dia ikut bergabung dengan kami.

Buat kami Sunset sore itu tidaklah begitu menarik karena banyaknya kabut yang menutupi sang surya yang hendak beranjak ke peraduan tetapi Aku dan Rizal cukup senang karena bisa berkumpul dengan teman teman dan mencicipi Tipat Lontong buatan Mbok Tu (Pedagang Tipat langganan kami di pantai XX).

Seiring dengan beranjaknya Sunset, orang orangpun mulai pergi meninggalkan Pantai karena hari telah mulai gelap. Teman temanku yang cewek juga pamit untuk pulang lebih dulu sedangkan aku dengan Rizal memilih membantu Wayan merapikan papan surfingnya dan payung paying pantai yang disewakannya. Untungnya papan papan itu disimpan di sebuah gudang kecil yang berada persis di dekat pantai sehingga Wayan tidak perlu mendorong gerobak setiap hari seperti kebanyakan penyewa papan surfing lainnya di bali.

9 Feb 2012

Hitam Putih Kehidupan 7| Kembali Ke Asrama 4

20.36

Satu persatu teman sekelasku mulai meninggalkan sekolah (membolos). Guru yang semestinya mengisi jam pelajaran terakhir di kelas kami ternyata tidak masuk. Yang tersisa didalam kelas hanyalah aku, Ronni dan beberapa orang teman lainnya yang memilih mengisi waktu pelajaran terakhir dengan membuat ringkasan pelajaran.
Aku dan Ronni yang duduk di bangku paling pojok lebih memilih mencoret coret buku gambar dan menggambar sembarangan.

Entahlah apa yang ada di dalam otak Ronnie hari itu, dia menggambar wanita telanjang dengan payudara membusung dan dalam posisi yang sangat menantang. Walaupun gambarnya sangatlah tidak bagus, tetapi tetap cukup mewakili sisi erotisme dari seorang perempuan.

Kenakalan Ronni hari itu tidak hanya terlukis lewat coretannya saja, tetapi dia secara tiba tiba membuka resleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang cukup besar dan gemuk. Tanpa malu diapun memainkan kontol itu dibawah meja. Untunglah posisi tempat duduk kami yang berada di pojok sekali membuat teman teman yang lain tak bisa melihat. Tetapi aku yang persis duduk satu bangku dengannya tak bisa mengalihkan pandanganku dari aksi nakal dan nekatnya itu.

11 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 4| Hari Hari Di Luar Asrama Bagian 2

02.29

Hampir 15 menit sudah aku dan Danar mengintai pria yang sedang bercinta di balik semak belukar tersebut. Tetapi lawan mainnya tak kunjung keliahatan batang hidungnya. Padahal aku dan Danar sudah benar benar horny. Danar yang sedari awal sudah sibuk memainkan tangannya di balik celana kolornya. Sesekali aku mencuri pandang kearah celana Danar yang sedikit terbuka karena Danar sedang meremas remas kontolnya. Sekilas aku bisa melihat pangkal kontolnya Danar yang cukup besar di antara jembutnya yang lebat. Aku sendiri hanya meremas remas kontolku dari luar celana saja.

Danar terlihat sangat horny. Nafasnya sudah mulai tak beraturan dan sesekali matanya terpejam menahan hasratnya yang membara. Melihat Danar yang sudah terbakar nafsu, akupun mulai melonggarkan celanaku dan mulai meremas remas kontolku yang mulai tegang.

10 Jan 2012

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 3| Keluar Dari Asrama

14.03

Beberapa minggu telah berlalu sejak kejadian itu dengan Kak Fandi. Aku masih terus berusaha menjaga jarak dengannya. Aku memang tidak bisa mengindar untuk bertemu dengannya karena kami tinggal di satu asrama dan lokasi gedung sekolah yang SMP-ku dengan gedung sekolah SMA Kak Fandi masih di satu komplek bangunan tetapi aku tetap berupaya untuk tidak berada dekat dengannya, tidak berkomunikasi atau hanya sekedar berpapasan.

Kejadian itu seolah memberikan efek traumatic yang sangat besar terhadapku. Aku yang dulunya sangat aktif di sekolah maupun asrama berubah menjadi anak yang pendiam dan agak malas dengan segala bentuk kegiatan Sekolah maupun Aktifitas rutin di asrama yang dulunya sangat aku sukai. Namun aku tetap berusaha menutupi semua masalah itu dari teman temanku dan pacarku.

Melihat sikapku yang berubah drastic seperti itu, teman temanku banyak yang bingung dan mengira aku sedang ada masalah keluarga. Begitu pula dengan pacarku Amel.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 2| Di Cabuli Kak Fandi

07.45
Berawal dari sebuah permainan olok olokan bersama teman teman asrama. Kami menyebutnya main “jajah jajahan”. Permainan ini bisa berupa permainan apa saja misalnya main Kartu Domino, Kartu Remi sampai main petak umpet. Yang pasti barang siapa yang kalah harus di jajah makanya permainan ini di sebut “Jajah Jajahan”.

Bentuk Hukuman jajah jajahan itupun beragam bisa di suruh mengisi bak kamar mandi, membersihkan toilet, mengerjakan PR bahkan uji nyali.

Nah, yang kami lakukan waktu itu adalah bermain Domino dengan hukuman berupa “Uji Nyali”. Saya sebenarnya cukup jago dengan permainan yang satu ini, tetapi permainan tetap permainan tidak mungkin kita selamanya menang. Sayapun mengalami kekalahan dan teman teman memberikan saya hukuman yang awalnya saya rasa cukup ringan yaitu hanya untuk mengatakan sesuatu kepada salah seorang kakak senior di Asrama kami bernama yang bernama Fandi.

HITAM PUTIH KEHIDUPAN 1| SAIF SI KETUA ASRAMA

06.56

Cerita ini adalah kejadian nyata yang saya alami ketika masih duduk di bangku SMP. Karena rumah saya cukup jauh dari sekolah, maka orang tua saya memutuskan untuk menitipkan saya di Asrama putra milik yayasan tempat saya menuntut ilmu.
 Gambaran tentang saya. Saya sebenarnya biasa biasa saja. Walaupun banyak teman teman yang bilang saya ganteng, mungkin itu hanya pemanis ucapan saja. Saya tidak tahu. Tetapi saya memang cukup beruntung di sekolah karena bisa memacari gadis paling cantik di sekolah saya.

Saya tinggal di sebuah kamar berukuran 10x10 yang di isi oleh 10 orang.

Cerita ini tentang Ketua kamar saya [Rais] bernama Saif Abdil Fath.

Saif adalah teman sekamar saya di asrama. Kami biasa memanggilnya Rais karena dia di tunjuk oleh Kepala Asrama sebagai ketua di kamar kami yang bertanggung jawab memonitor kami dalam belajar, mengerjakan PR dan juga menentukan jam berapa kami boleh tidur.
Gambaran sosok Saif: Dia adalah cowok yang gagah, kulitnya putih. Tingginya waktu itu mungkin sama dengan saya sekitar 165 cm. Menurut informasi dari teman teman, dia adalah idola di Kelas III.
Mungkin saja hal itu benar mengingat dia memang sangat tampan dan cukup kharismatik.